Webinar & Workshop Impactful Writing Sharia Awards 2023; Wujud Restorasi Spirit perjuangan Ulama yang Menginspirasi Lewat Seni Tulis

0
131

SEMAFSIALAZHAR.MY.ID, Kairo-Ahad, 9 Juli 2023 s.d Senin, 10 Juli 2023, Panitia Sharia Awards 2023 mengadakan kegiatan seminar dan workshop via-zoom yang terbuka untuk semua mahasiswa/i Al-Azhar Kairo dari semua jurusan.

Pada hari pertama, berlangsung kegiatan webinar yang mengusung tema: The Psychology of Impactful Writing, adapun di hari ke-dua dari rangkaian acara, diisi dengan kegiatan workshop bertemakan: How to Write Impactful Writing on Social Media. Program kolaboratif antara panitia Sharia Awards 2023 dan Tim Impactful Writing menjadi kegiatan pra-acara sebelum acara puncaknya, yaitu Sharia Awards 2023 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2023 mendatang.

Dibuka dengan sapaan hangat oleh Zaki selaku MC, kemudian lantunan merdu tilawah Al qur’an, webinar pada hari pertama berdurasi kurang lebih 135 menit dan berlangsung seru lagi hikmat. Dilanjutkan pada hari setelahnya dengan kegiatan workshop sebagai ajang pelatihan skill kepenulisan yang langsung dibimbing oleh kak Dwi Andika Pratama, atau yang lebih akrab dipanggil “Kak Dika” selaku founder impactfulwriting.com.

Berikut ini, merupakan sekilas rangkuman dari poin penting serta materi paling menarik pada webinar versi Penulis selama mengikuti acara.

Why Impactful Writing? And Who is an Impactful Writer?

Istilah impactful writing mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, apalagi dalam memahami urgensitasnya. Ketidakpahaman tersebut menjadi landasan dari anggapan bahwa menulis hanyalah sebatas pengisi waktu luang, lalu pada akhirnya tulisan tersebut hanya menjadi konsumsi pribadi, tidak punya kebermanfaatan yang luas, dan berujung tidak terbentuknya motivasi yang lebih besar untuk meningkatkan kecakapan menulis.

Kenapa tulisan kita harus punya impact? Kak Dika, memberikan jawaban serta penjelasan yang menurut Penulis sangat tepat, yaitu agar mendapatkan 4 faktor besar di bawah ini:

  1. Agar tulisan kita disukai
  2. Agar tulisan kita dinanti
  3. Agar dapat dibagikan dan disebarluaskan
  4. Agar menarik hati manfaat tulisannya, lalu dibeli, dan menjadi penghasilan

Dari empat point di atas, kita dapat menyimpulkan, bahwa yang dimaksud dengan impactful writer adalah: ia yang mampu menciptakan tulisan yang enak dibaca dan mudah dipahami karena kemahiran dari si penulis dalam mengolah kata, sehingga ia mampu menyihir hati pembaca. Tulisan yang dihasilkan oleh seorang impactful writer biasanya akan menjadi karya yang dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang yang membacanya.

Bentuk Impactful Writing Era-Digital, dan Tips agar Tulisan Jadi Full of Impact

Selamat datang di era-digital! Di mana tumpukan buku sudah mulai diselimuti debu, ditinggalkan, dan digantikan oleh sepotong logam tipis bernama gadget. Paragraf ide berisikan informasi dan iklan pada kertas mulai dikreasikan pada media sosial dalam layar gadget, diberikan warna-warna apik, dibuat bergerak, dan ditambahkan serba-serbi pola juga bentuk yang memanjakan mata. Namun tetap saja, visualitas suatu karya tulis pada media sosial maupun media online lain rupanya tidak begitu mampu menarik minat pembaca karena tulisan yang diciptakan terlanjur ‘tidak enak’ dibaca.

Tulisan yang mempunyai target untuk disukai dan berdampak bagi orang lain pada masa semakin canggihnya teknologi dan padatnya pengguna media online seperti saat ini, bisa kita kategorikan menjadi dua bentuk, yakni:

1. Content Writing

Merupakan konten-konten berupa tulisan yang menarik, mengedukasi, mengubah persepsi, dan memuaskan rasa penasaran pembaca pada media online. Konten tersebut bisa berbentuk artikel blog, post di sosial media, atau apa pun yang ditulis dalam platform online.

2. Copywriting

Merupakan aktivitas menulis materi publisitas yang bersifat persuasif, sehingga dapat memengaruhi, meyakinkan, dan membujuk pembaca untuk melakukan suatu tindakan.

Adapun tips and tricks agar tulisanmu dapat menarik bagai ‘gula bagi semut-semut kecil’ adalah dengan memerhatikan beberapa hal berikut:

1. Fokus terhadap ego pembaca, seperti yang dikatakan oleh Kak Dika, bahwa pada dasarnya, orang hanya peduli dengan masalahnya sendiri, mereka tidak akan peduli dengan masalah orang lain atau kita sebagai penulis.

2. Membuat headline (judul) yang menarik perhatian; seperti penggunaan angka pada judul, kutipan yang menarik perhatian, dan pertanyaan yang menyentuh masalah dan minat pembaca.

3. Angel (sudut pandang), berusaha memberikan perspektif lain, namun tetap fokus pada tujuan memuaskan rasa penasaran pembaca.

4. How to deliver (gaya bahasa), menggunakan kata yang dapat menjalin keakraban, seperti: “Aku-Kamu”, atau “Saya-Anda”.

5. Dan yang terakhir, adalah alur yang menarik, menciptakan alur yang menarik dan berkualitas merupakan kunci kesuksesan dari sebuah karya tulis.

Dengan memberikan perhatian khusus terhadap 5 poin di atas, secara otomatis kita telah menitik-beratkan fokus kita ke bagian terpenting dari menghasilkan kesuksesan dalam sebuah karya tulis.

Upaya Restorasi Semangat Penyebaran Ilmu Ulama Terdahulu Ala Generasi Serba Online

Jika sekitar 700 tahun yang lalu Ibnu Khaldun mulai menulis kitab Muqaddimah, jika pada akhir tahun 200-an Masehi penulisan Kitab tafsir At-Thabari dimulai (yang pada akhirnya menjadi kitab tafsirfenomenal tertua yang menjadi rujukan sepanjang masa), dan hingga kini kedua kitab tersebut masih sangat bermanfaat dan menjadi rujukan banyak penulis, lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita juga harus menulis berjilid-jilid buku juga? Apakah kita perlu menciptakan karya yang kemasyhuran dan manfaatnya dapat bertahan berabad-abad lamanya? Ataukah meneruskan perjuangan ulama pada era ini justru bisa diwujudkan dengan dengan hal yang lebih simple dan mudah?

Teman-teman, tanpa mengerdilkan sedikitpun upaya untuk membuat buku-buku yang lebih tebal, dengan berusaha mempelajari cara supaya tulisan bisa bermakna dan menarik pembaca, kitapun bisa memberi impact melalui tulisan-tulisan simple dan sederhana yang kita hasilkan. Tentu saja semua ini haruslah dilalui dengan semangat yang luar biasa untuk terus mengasah keterampilan merangkai kata, kemudian tidak ragu untuk menuangkannya pada media online. Sambil meluruskan niat karena Allah Ta’ala dan niat melanjutkan estafet dakwah ulama terdahulu, langkah kecil yang kita lakukan ini insyaAllah menjadi bagian dari perubahan yang besar bagi kaum Muslimin.

Pembicara pada kesempatan kali ini juga menyampaikan pesan bermakna untuk mahasiswa/i Al-Azhar Kairo: Menurutnya, kita dipercaya masyarakat sebagai sosok yang memiliki wawasan dan ilmu agama yang luas, maka dari ke-istimewaan tersebut, seyogyanya kita juga mengembangkan hard skills yangkita punya, salah satunya skill content writing dan copywriting yang sudah kita bahas sebelumnya. Dengan keahlian tersebut, tulisan kita akan diminati, kalau tulisan kita diminati, maka insyaAllah akan ada lebih banyak kemanfaatan yang lebih dirasakan oleh masyarakat luas.

Kegiatan pra-acara Sharia Awards 2023 ditutup dengan workshop berisi pelatihan khusus menulis, serta pengumpulan karya peserta yang akan dinilai langsung oleh Kak Dika. Kelak karya tulis terbaik, dengan poin tertinggi, akan mendapatkan apresiasi dalam nominasi “The Best Content Writer” pada acara puncak Sharia Awards 2023.

Oleh: Firda Hanifa Shafitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here