Queen of Sharia 2023; Perempuan Berdaya Untuk Masa Depan Berjaya

0
237

SEMAFSIALAZHAR.MY.ID, Kairo-Ahad, Senin, 18 Juli 2023- Mungkin kamu termasuk salah satu yang bertanya: Kenapa sih perempuan butuh wadah pengembangan khusus? Atau malah menurutmu isu tentang pemberdayaan perempuan ini terkesan klise, dan interest-mu akan hal ini sudah mulai hilang. Kalau kamu ada di golongan yang ke-dua, wah, itugawat banget! Sepertinya kamu perlu baca artikel ini sampai tamat.

Mari kita mundur ke awal mula penciptaan perempuan. Kala itu, Allah Jalla Wa’ala bersamai ruh dan raga ibunda Hawa dengan fitrah seorang wanita, salah satu kodrat istimewanya ialah menjadi perhiasan dunia yang terindah. Perhiasan yang dimaksud bukan sepenuhnya soal paras jelita, tapi meliputi akhlak mulia yang teduhkan hati dan mata ketika memandangnya. Perhiasan terindah juga haruslah punya harga yang mahal, harus diletakkan di dalam tempat paling aman yang tidak mudah dijangkau oleh tangan dan mata ajnaby manapun, dan sudah barang pasti, rasa malu menjadi salah satu penentu dari keshalihan wanita dan kualitas dirinya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاء

“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak, dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”

(HR. Ibnu Majah no. 4181. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Jika yang dimaksud pada penggalan hadits diatas adalah rasa malu yang bersumber dari keimanan, yakni, malu untuk terjerumus ke dalam maksiat dan mendekati sesuatu yang fasik, itu bukanlah sesuatu yang keliru. Hanya saja yang perlu kita sama-sama ketahui juga, bahwa rasa malu pada perempuan pun memiliki cabang yang banyak, cabang rasa malu tersebut  bahkan saling berkaitan antar satu dengan yang lain, karena dapat menjadi sebab maupun akibat atas selainnya.

Salah satu rasa malu yang menjadi titik persoalan pada pembahasan kali ini yaitu: rasa malu yang bersumber dari fitrah dan latar belakang perempuan itu sendiri; berupa kebiasaan menutup diri, meninggalkan sektor publik, menjauhi interaksi lawan jenis, dan memilih untuk tidak mengambil panggung guna berperan menjadi aktivis sosial, yang akhirnya membuat kebanyakan dari mereka menimbun bakat dan potensi.

Nah, inilah yang sangat disayangkan, ketika rasa malu seorang muslimah malah menghancurkan rasa percaya diri yang mereka miliki, dan menjadikan mereka pasif dalam menanggapi isu dan permasalahan sosial yang semakin marak terjadi. Lalu bagaimana sih langkah konkret untuk permasalahan seperti ini? Wadah pengembangan seperti apa yang dapat membantu mereka bertumbuh? Tentu saja, langkah yang tepat adalah dengan menciptakan program yang nyaman lagi sesuai, wadah yang diharapkan dapat menjadi batu loncatan agar mereka nantinya dapat berperan aktif dalam kebermanfaatan sosial.

Melihat banyak dari muslimah terkhusus mahasiswi Syariah Islamiyah yang membutuhkan sarana khusus perempuan demi meningkatkan soft skill dan hard skill tanpa harus banyak bersinggungan dengan laki-laki, maka, Divisi Keputrian SEMA-FSI turut mengambil peran dalam penyediaan wadah tersebut dan berkolaborasi bersama Divisi Kaderisasi SEMA-FSI pada acara puncak Sharia Awards 2023.

Kenapa Event Queen of Sharia Digadang-gadang Ikut Serta Dalam Pengembangan Potensi Perempuan?

Queen of Sharia 2023 merupakan follow up dari kegiatan Serial Webinar Fatayat Warasatul Ummah 2023 (Senar Fatwa) yang sukses dilaksanakan pada Minggu, 19 Maret 2023. Rangkaian webinar yang membahas seputar leadership, public speaking, dan critical thinking, menjadi kegiatan pembekalan sebelum berlanjut ke pelatihan skill dalam ajang pencarian Queen of Sharia 2023, bertemakan: Be Inspiring Moslemah for The Golden Generation. Disemarakkan dengan 4 rangkaian sesi penilaian, event ini di-design agar mampu membantu mahasiswi Syariah Islamiyah dalam bernalar kritis, pintar mengolah ide, berinovasi, meningkatkan keahlian vokal, dan mampu menumbuhkan keberanian serta kepercayaan diri untuk berdedikasi ke lingkup yang lebih luas.

Tidak hanya sekedar fokus mencari Queen of The Year, Keputrian SEMA-FSI pada periode ini membuat langkah baru yang dirasa tepat, yaitu membuat sistem kontrak bersama pemenang Queen of Sharia 2023. Kontrak satu periode ini akan menjadi bukti kebersediaan pemenang untuk siap berkontribusi bersama SEMA-FSI periode 2023-2024 dalam kegiatan seputar akademis dan keputrian. Diharapkan dengan dibentuknya kontrak tersebut, pemenang akan mendapat sarana untuk terus berkembang, dan menyebarluaskan inspirasi kepada masisirwati lainnya, dengan begitu, kita juga dapat mendapati bahwa Queen of Sharia 2023 menjadi program bermanfaat yang bersifat mutualisme.

Rangkaian Acara dengan Plot Apik dan Terencana

Pelatihan tanpa adanya pembekalan akan terasa memberatkan peserta, begitu pula pembekalan tanpa adanya wujud pengimplementasian, ilmu yang didapat akan menjadi sia-sia, berkaca pada hal tersebut, Keputrian SEMA-FSI merancang dan mengurutkan alur kegiatan sebagai berikut:

▪︎ Grand Opening dan Talkshow

Sabtu, 6 Mei 2023, bersama teriknya matahari siang Darrasah, 8 peserta terdaftar mengikuti acara pembukaan di sekretariat IKADA yang berisikan 3 rangkaian acara. Pertama, dimulai dengan talkshow seputar peran wanita bagi generasi mendatang, dibawakan oleh kak Zumrotus Sa’adah selaku Koordinator AKTA 2021/2022. Pemateri pada talkshow kali ini mengingatkan kita betapa pentingnya menjadi perempuan yang berempati dan aktif, dilanjutkan pada acara setelahnya dengan keynote speaking, berisikan motivasi dan harapan besar dari Kak Jihan selaku Queen of Sharia 2022, lalu di akhir acara, panitia berkumpul bersama seluruh peserta untuk melakukan Technical Meeting, di dalamnya terdapat forum diskusi dan serap aspirasi terkait poin penilaian sekaligus teknis kegiatan.

▪︎ Tawaquf di Masa Ujian

Tentu saja, hadirnya rangkaian program pengembangan skill bukanlah untuk mengganggu kelancaran ujian peserta yang sifatnya lebih wajib untuk diikuti. Jadi, meski mempunyai rangkaian yang cukup banyak, tim pelaksana mengimbau kepada seluruh peserta Queen of Sharia 2023 untuk berfokus penuh dalam menghadapi ujian. Masa tawaquf berjalan selama 46 hari, dimulai pada 11 Mei s.d 26 Juni 2023.

▪︎ Sesi 1; Menulis Artikel

Lomba kepenulisan artikel dibuat fokus kepada peninjauan kreativitas peserta dalam pengolahan ide dan gagasan, serta menjadi penilaian atas daya bernalar kritis peserta terhadap isu fiqih wanita kontemporer dan hak wanita berikut kewajibannya yang harus terus terealisasikan demi tercapainya kejayaan generasi berikutnya. Pengumpulan artikel dibuka mulai 27 Juni s.d 4 Juli 2023.

▪︎ Sesi 2; Membuat Reels

Meski sebenarnya kegiatan yang berkaitan dengan perkuliahan tutup pasca ujian, namun, sepertinya para peserta sudah mempersiapkan seluruh bahan dan kondimen untuk membuat masterpiece-nya dari jauh-jauh hari, timeline pengumpulan reels dimulai pada tanggal 5 Juli s.d 13 Juli 2023, sesi ini ditujukan agar peserta dapat berlatih menciptakan karya digital sebagai tools dalam menyiarkan dakwah dan ilmu pengetahuan.

▪︎ Sesi 3; MHQ & Public Speaking

Azhary dan Al-Qur’an, layaknya jiwa dan ruh, keduanya menjadi satu-kesatuan yang tidak boleh terpisah. Begitu pula dengan seni berbicara, keahlian yang urgensinya dianggap selalu sesuai dengan zaman yang ada. Sejauh apapun pencapaian seseorang dalam keahliannya, skill public speaking akan menjadi kemampuan yang penting agar seseorang dapat mengajarkan ilmunya secara langsung dan mudah dipahami.

2 sesi ini bertempat di sekretariat SEMA-FSI, pada hari Ahad, 9 Juli 2023, dimulai sejak ba’da dzuhur hingga ashar. Kegiatan berjalan dengan lancar, para peserta mengerahkan seluruh kemampuannya agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Dokumentasi Sesi 4: Final Question (Dok. Oleh Panitia Sharia Awards 2023)

▪︎ Sesi 4; Final Question (Uji Integritas) & Penganugerahan Queen of Sharia 2023

3 finalis hebat telah berhasil melewati hampir seluruh rangkaian pengujian, dan sampailah mereka ke saat yang paling ditunggu-tunggu. Ketiganya hadir di atas panggung untuk diuji pemahaman dan kemampuan berpikir kritisnya. Final Question dilaksanakan di sela-sela acara puncak Sharia Awards, pada hari Sabtu, 18 juli 2023, dua juri yang hadir memberikan pertanyaan berbentuk studi kasus terkait persoalan fiqih wanita kontemporer dan idealisme seorang mahasiswi Syariah Islamiyah dalam akademis dan kehidupan sosial.

Seluruh finalis menjawab pertanyaan dengan tegas dan cermat, setelah sesi Final Question berakhir, finalis dipersilakan duduk di tempat masing-masing sambil menunggu proses pengalkulasian seluruh poin, dilanjutkan dengan sesi penganugerahan, kegiatan penutup yang menegangkan, mengharukan dan menjadi momentum tak terlupakan bagi Rizwana Aisyah, mahasiswi KPMJB yang selalu bersemangat hingga akhir acara, ia meraih gelar Queen of Sharia 2023 karena mencapai poin tertinggi. Begitu juga dengan 2 finalis lainnya, Hanifa Khairiyyah dari HMMSU dan Aloe Aqilah dari KM-NTB, semua finalis merasa bangga terhadap pencapaian masing-masing, mereka juga merasa sangat bersyukur mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam acara ini.

Mencetak Perempuan Hebat dan Inspiratif”, Sepenting Itu Kah?

Tidak dapat dipungkiri, perempuan dan masa depan menjadi dua perkara yang tidak dapat dipisahkan, keterkaitan keduanya merupakan hukum sebab-akibat, untuk mengukir masa depan yang lebih cerah, memperbaiki dan memberikan perhatian khusus kepada perempuan adalah hal yang tidak bisa kita acuhkan begitu saja, mengutip perkataan yang masyhur:

المرأة أساس نهضة الأمم وفَخارَها، ومبعث قوتها وآمالها، وعُنوان عزّها وسعادتها، إذا صلَحت صلَح المجتمع كلُّه، وإذا فسدت فسَد المجتمع كلُّه

“Wanita adalah pondasi kebangkitan umat serta kebanggaannya, sumber kekuatan serta harapannya, dan tanda kemuliaan serta kebahagiaannya. Jika wanita baik, maka seluruh masyarakatpun ikut menjadi baik. Namun jika ia rusak, maka seluruh masyarakatpun ikut rusak.”

Perempuan berperan penting dalam dua aspek kehidupan,yakni, kehidupan rumah tangga dan kehidupan bernegara. Sosok ibu dalam rumah tangga menjadi madrasah pertama bagi generasi baru untuk belajar menjadi penerus dan pembangun negeri yang baik. Begitu juga dengan sosok istri cerdas dan bijak, ia akan senantiasa menjadi penasehat terbaik dalam memberikan masukan dan motivasi bagi seorang laki-laki yang sudah lebih dulu bertanggung jawab atas tatanan negara.

Mendidik anak perempuan juga menjadi perkara yang tak kalah  penting, mengingat pesan Bung Hatta yang berbunyi: “Jika kamu mendidik satu laki-laki maka kamu mendidik satu orang, Namun jika kamu mendidik satu perempuan, maka kamu mendidik satu generasi”.

Walaupun pada zaman milenial seperti saat ini, kita digempur oleh begitu banyak permasalahan akhlak putri bangsa, bukan berarti penurunan moral yang sedang terjadi tidak dapat ditanggulangi. Saya selaku penulis, mengajak pembaca untuk lebih peka, sadar, dan aktif dengan keadaan sekitar. Kita, baik yang laki-laki maupun perempuan, adalah pemangku harapan. Marilah kita hidupkan kembali ajaran yang telah diwariskan oleh para Anbiya’ dan Shahabah terdahulu, dan terakhir, marilah kita senantiasa berdoa agar Allah Ta’ala senantiasa membantu dalam menjaga iffah dan izzah kita hingga akhir hayat. Aamiin.

Para Finalis Queen of Sharia 2023 dan Panitia Queen of Sharia 2023 (Dok. Oleh Panitia Sharia Awards 2023)

Oleh: Firda Hanifa Shafitri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here